Perencanaan Kota dan Pengelolaan Air: Pengaruh Pembangunan terhadap Kualitas Air Sungai Cisadane di Banksasuci, Cihuni, Tangerang

Authors

  • Lia Wulandari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • R. Maisa Yudono Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Hesti Rosdiana Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Yuni Hariyanti Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62951/karawo.v4i1.144

Keywords:

Cisadane River, Community Service, Development Impact, Urban Planning, Water Quality

Abstract

This community service activity was carried out on 21 September 2024 at Banksasuci (Bank Sampah Sungai Cisadane), Cihuni, Gading Serpong, Tangerang Regency, as part of the SOUL PROJECT (Save Our Earth With Law) organized by the Student Executive Board of the Faculty of Law, UPN Veteran Jakarta. The program focused on urban planning and water management in relation to the impact of development on Cisadane River water quality. The Cisadane River is one of the most vital water sources in Banten Province, supplying raw water for PDAM, agriculture, fisheries, and industry. However, rapid urbanization—marked by dense residential sprawl and industrial expansion—has caused a significant and sustained decline in river water quality. Research shows that COD and BOD concentrations in the Cisadane River trended upward continuously from 2005 to 2012, driven by industrial effluents concentrated in Jatiuwung and domestic wastewater from slum settlements. Institutional management of the river remains fragmented across multiple agencies at city, provincial, and national levels with weak coordination. This activity engaged approximately 50 participants through legal education sessions, participatory field discussions, river cleaning, and tree-planting activities. Results indicate a significant increase in participant awareness of the link between spatial planning, infrastructure development, and river water quality. This program recommends integrated spatial governance and community-based monitoring as key strategies for protecting the Cisadane River ecosystem.

References

Arwindrasti. (2018). Kajian kualitas air sungai Cisadane sebagai dasar perencanaan lanskap Kota Tangerang layak huni. Prosiding Seminar Nasional Kota Layak Huni (KLH), Universitas Trisakti, Jakarta, 80-84.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang. (2023). Kabupaten Tangerang dalam Angka 2023. BPS Kabupaten Tangerang.

Bappeda Kota Tangerang. (2014). Status lingkungan hidup daerah Kota Tangerang Provinsi Banten. Pemerintah Daerah Kota Tangerang.

BEM Fakultas Hukum UPNVJ. (2024). Term of Reference (TOR) SOUL PROJECT: Save Our Earth With Law. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

BPLH Kota Tangerang. (2012). Status lingkungan hidup daerah Kota Tangerang Provinsi Banten. Pemerintah Daerah Kota Tangerang.

EHRA Kota Tangerang. (2014). Laporan studi EHRA (Environmental Health Risk Assessment) Kota Tangerang Provinsi Banten. Pemerintah Daerah Kota Tangerang.

Firman, T. (2020). Demographic and spatial patterns of Indonesia's recent urbanisation. Population, Space and Place, 26(1), e2248. https://doi.org/10.1002/psp.2248

Haidir, M. D., Namara, I., Chayati, N., & Muhammad, F. (2016). Manajemen pengelolaan kualitas air sungai Cisadane dari aspek kelembagaan (studi kasus Kota Tangerang). Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi 2016, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta, 8 November 2016, TS-024.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2022). Laporan status lingkungan hidup Indonesia 2022. KLHK.

Nielsen, H. O., Frederiksen, P., Saarikoski, H., Rytkonen, A., & Pedersen, A. B. (2013). How different institutional arrangements promote integrated river basin management: Evidence from the Baltic Sea Region. Land Use Policy, 30(1), 437-445. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2012.04.011

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511807763

Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Banten Tahun 2010-2030.

Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 17 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota.

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang. https://doi.org/10.32528/nms.v2i4.312

Widyastuti, M., & Rahayu, L. (2022). Evaluasi implementasi rencana tata ruang wilayah dan dampaknya terhadap kualitas air DAS Cisadane. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 33(1), 1-18.

Wulandari, L. (2024). Perencanaan kota dan pengelolaan air: Dampak pembangunan terhadap kualitas air Sungai Cisadane [Materi penyuluhan]. Disampaikan pada SOUL PROJECT-Save Our Earth With Law, BEM Fakultas Hukum UPN Veteran Jakarta, 21 September 2024, Banksasuci Cihuni, Kabupaten Tangerang.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Lia Wulandari, R. Maisa Yudono, Hesti Rosdiana, & Yuni Hariyanti. (2026). Perencanaan Kota dan Pengelolaan Air: Pengaruh Pembangunan terhadap Kualitas Air Sungai Cisadane di Banksasuci, Cihuni, Tangerang. Karawo : Journal of Community Service (KJCS), 4(1), 01–13. https://doi.org/10.62951/karawo.v4i1.144